Menelaah Giat Yang Dilakukan kelompok Tani Indah Tani Piliang Sakato Di Desa Lubuk Ramo KUANSING
Siagakupas.com, Taluk kuantan- Kelompok Tani Indah Tani Piliang Sakato merupakan salah satu kelompok pegiat rehabilitasi binaan UPT KPH Singingi, dan sekaligus mitra kerja dari BPDASHL Indragiri Rokan dalam pelaksanaan program RHL di Hutan Lindung Bukit Betabuh di areal Desa Lubuk Ramo. Kelompok ini melaksanakan dan mengelola kegiatan RHL seluas 200 Ha yang dimulai sejak Tahun 2019.
Kelompok ini dibentuk untuk membangun kelembagaan masyarakat yang peduli terhadap kelestarian hutan lindung. Kelompok dibentuk dengan harapan dapat berdaya guna dan bermanfaat bagi kelestarian kawasan hutan lindung di Desa Lubuk Ramo. Kelompok Tani Indah Tani Piliang Sakato diketuai Masdi Mahyan, sekretaris Tarmiji, dan bendahara Gafis Ambrullah.
Dalam pelaksanaan program RHL, Kelompok Tani Indah Tani Piliang Sakato mengikutsertakan tokoh masyarakat dan tokoh adat, para ulama serta cerdik pandai yang ada pada daerah tempatan. Kolaborasi ini menjadi salah satu modal social kelompok ini. Dengan kolaborasi ini proses control dan respon dapat berlangsung dengan cepat, hal ini dapat dicontohkan pada saat terjadi kebakaran beberapa waktu yang lalu di areal ini, dimana kelompok dan warga masyarakat secara sigap berjibaku untuk memadamkan api ungkap Masdi Ketua Kelompok kepada awak media siaga online com.
Masdi menerangkan “Kegiatan RHL berawal pada tahun 2019 yang lalu dan akan berakhir pada 31 Desember tahun 2021. Pembiayaan program reboisasi pengkayaan hutan lindung ini bersumber dari APBN. Tujuan jangka Panjang dari kegiatan ini adalah untuk memulihkan areal resapan air, memperbaiki paru-paru dunia dan untuk kelanjutan kehidupan flora maupun fauna yang hidup di hutan lindung di kawasan Desa Lubuk Ramo dan kawasan lainnya di kabupaten Kuansingâ€.
“Pelaksanaan penanaman yang dimulai sejak tahun 2019 terus digiatkan, termasuk dengan melakukan penyisipan atau penyulaman pada Tahun 2020 dan 2021. Alhamdulillah berkat kerja keras dan penyulaman secara intensif, prosentase hidup yang diharapkan dapat tercapai. Pertumbuhan tanaman yang baik juga didukung oleh curah hujan yang tinggi atau iklim yang bersahabat†papar Masdi yang diiyakan oleh perangkat kelompok lainnya.
“Adapun komoditi yang kami tanam berdasarkan kesepakatan kami selaku kelompok pengelola dengan Pihak KPH dan BPDAS adalah jenis-jenis tanaman kehidupan yang dapat kami nikmati hasil hutan non kayunya kelak, seperti Karet, Kapecong, Jengkol, Gaharu, Petai, Kabau dan Kopi. Jumlah tanaman pokok sebanyak 80.000 batang, dan tanaman sela (Kopi) sebanyak 20.000 batang†jelas Masdi.
“Alhamdulillah kami optimis angka persen hidup tanaman dapat mencapai hingga 90% berkat pemeliharaan secara intensif oleh kelompok hingga saat ini. Kami semua kelompok tani yang berada pada areal Lubuk Ramo ini melakukan mentenen (pemeliharaan. Red) dalam setahun hingga lima kali terhadap tanamannya, baik itu berupa penyulaman, pemupukan dan penyiangan lokasi†terang Masdi.
Masdi juga memaparkan beberapa kendala dalam pelaksanaan kegiatan. “Selain dari iklim yang pancaroba ini, gangguan hama juga mempengaruhi keberlangsungan hidup tanaman RHL, seperti babi hutan, napu, kancil serta rusa yang suka memakan pucuk-pucuk daun yang muda†ungkap Masdi.
Di akhir perbincangan Masdi mengatasnamakan Kelompok Tani Indah Piliang Sakato yang dipimpinnya menyampaikan pesan kepada para jurnalis yang meliput kegiatan mereka. “Kami berharap melalui bapak- bapak jurnalis yang turlap ke kawasan hutan lindung Desa Lubuk Ramo ini agar dapat mengaspirasikan harapan kami kepada pihak pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, agar dapat dapat memberikan kesempatan dan legalitas bagi kelompok untuk melakukan pemeliharaan, perawatan serta pengawasan pada areal RHL ini sekalipun program RHL telah berakhir†Ungkap Masdi.
(Sony).
Komentar Anda :