Siagakupas.Com, Teluk Kuantan,
Dalam mendukung serta menumbuh kembangkan kegiatan UMKM khususnya untuk para pembatik di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Melalui Program yang di Implementasikan oleh Bupati Kuansing Andi Putra SH.MH dan Wakil Bupati Drs. H. Suhardiman Amby AK MM, yang fokus untuk memajukan UMKM di KUANSING.
Sehingga pada Tahun Anggaran 2022 mendatang, Kopdagrin Kuansing kembali akan melakukan pelatihan membatik di empat kecamatan. Keempat kecamatan tersebut yaitu :
1).Kecamatan Kuantan Mudik, 2).Pangean
3).Singingi dan 4).Cerenti. Dengan jumlah masing-masing peserta sebanyak 60 orang per kecamatan. Jadi empat kecamatan ini menjadi prioritas kita, keempat kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Kuantan Mudik, Pangean, Singingi dan Cerenti," Ungkap Kadis Kopdagrin Kuansing Drs. Azhar, MM ketika awak media siaga online com mengkompirmasi di ruang kerja nya Rabu, 15/09/2021.
.
Menurut arahan pak kadis pelaksanaan pelatihan untuk membatik ini kita lihat kondisi selanjutnya hal ini di sebabkan wabah pendemi covid 19 belum berakhir .
Namun untuk pelaksanaan sangat tergantung nanti setelah selesai masa Pandemi Covid-19. pelatihan membatik bisa dilaksanakan. Namun kita juga sangat berharap agar Pandemi ini, berakhir dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal," Ungkap Kadis Drs.Azhar . MM.
Selanjutnya dalam arahannya Usaha Batik di Kuansing saat sekarang ini sudah sangat pesat perkembangannya dan semakin maju, peluang usaha juga akan semakin besar.
Dikatakannya, di Kuansing saat ini sudah terdapat 16 kelompok usaha batik, terdapat di Kecamatan Gunung Toar sebanyak 7 kelompok, Kuantan Tengah Sebanyak 5 kelompok, Singingi sebanyak 3 kelompok dan Pangean sebanyak 1 kelompok.
Bukan hanya itu saja, akan tetapi juga terjadi lonjakan daya beli, yang mencapai 300 persen, bahkan sudah ada yang indent sebanyak 2000 pcs . Kondisi seperti ini akan terjadi selama enam bulan kedepannya. " Kita memprediksikan kalau ada yang memesan batik Kuansing, harus menunggu 6 bulan lagi, karena pada saat itu baru bisa normal kembali," paparnya dengan tersenyum.
Dalam kesempatan yang sama ditambahkannya, Sebenarnya ada empat sisi yang tertuang dalam kegiatan ini :
1). Mendongkrak usaha yang ada di lingkungan masyarakat untuk di lebur dalam sistim UMKM yang ada di Kuansing.
2).Untuk menumbuh kembang kan rasa cinta dan peduli terhadap hasil produk daerah sendiri.
3). Menciptakan lahan pekerja bagi masyarakat tempatan (KUANSING).
4).Untuk menambah pendapatan pembatik itu sendiri.
Dalam keterangan selanjutnya kadis Kopdagrin menyatakan harga satuan per Pcs dari hasil UMKM tersebut sebagai berikut :
1).Sangat tergantung dari jenis kain dasar dari batik.
2).Tingkat kesulitan dalam pengerjaannya
3).Jangka waktu dan jenis ,corak yang di minta kan konsumen . Adapun jenis - jenis kainnya adalah :
1). Jika jenis kain prima (berupa batik cap seharga Rp 150.000-200.000,
2). Jika jenis kain prima (berupa batik tulis seharga Rp 250.000.
3). Jika Semi Sutra seharga Rp 400.000- Rp. 500.000,-
Jadi sebenarnya, untuk patokan harga Batik Kuansing, sangat tergantung pada dasar kainnya, dan tingkat kesulitan serta lama pengerjaannya. Sedangkan untuk bahan bakunya kain dasar, kita datangkan dari Sumatera Barat dan Pulau Jawa . Tutup Drs.Azhar.MM. Kadis Kopdagrin KUANSING.(Sony).
Komentar Anda :