MANTAP, KASUS PEMBANGUNAN RUANG PERTEMUAN HOTEL KUANSING MEMASUKI BABAK AKHIR
Editor: | Selasa, 24-08-2021 - 13:53:23 WIB
Siagakupas.com, KUANSING- Lanjutan penanganan Kasus Korupsi Pembangunan ruang pertemuan Hotel Kuantan Singingi akan segera memasuki babak akhir.
Dua orang terdakwa Fahkrudin dan Alpion Hendra akan melalui sidang putusan Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada hari Jumat (27/8/2021).
Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Kuansing Hadiman,SH.,MH. Selasa (24/8/21) pagi melalui komunikasi whatshap, dengan para awak media.
" Iya, Perkara Fahkrudin dan Alfion Hendra di putus oleh Mejelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Pekanbaru pada hari Jumat tgl 27 Agustus 2021 jam 13.30 Wib," Tegas nya.
Jika nanti didalam ke putusan ada keterlibatan pihak lain maka kami kembang kan lagi, Tegas Hadiman.SH.MH yang merupakan Kepala Kejaksaan yang meraih prestasi terbaik nomor 3 se- Indonesia dan nomor satu se Riau dalam penanganan tindak pidana korupsi.
Di sampaikan Kajari Hadiman, kedua orang terdakwa saat ini di tahan dan telah di tuntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kuansing Imam Hidayat, SH masing - masing Fahrudin di tuntut 8 tahun kurungan dan Alpion di tuntut 6,6 tahun kurungan, di kurangi masa tahanan. Paparnya.
Kedua orang terdakwa kata Kajari, Fachrudin dan Alpion Hendra dikenakan pidana denda sebesar Rp500.000.000 (Lima ratus juta rupiah). Apabila pidana denda tidak di bayarkan maka, diganti dengan hukum pidana kurungan selama 6 bulan kurungan. Tegasnya.
Hadiman SH.MH. Mengatakan " Bahwa Fakhruddin telah melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP."
Hadiman menilai keseluruhan unsur-unsur dalam dakwaan premier telah lengkap dan terbukti secara sah dan meyakinkan.
Kajari menyampaikan, selama pemeriksaan di persidangan, tidak ditemukan hal-hal yang dapat meniadakan kesalahan terdakwa, baik berupa alasan Pembenar maupun alasan Pemaaf," Tutup Kajari kuansing Hadiman. SH. MH. (Sony).
Komentar Anda :