ZULHAMDAN S.T KETUA PD F-SPBPU-KSPSI RIAU PRIHATIN NASIP PARA PEKERJA TUKANG KULI BANGUNAN
SiagaKupas.Com, Pekanbaru - Sedih nasib para buruh kuli bangunan yang
selama ini selalu tertindas oleh pengusaha dengan bayaran upah minim
jauh dibawah standart. Para pengusaha khususnya Developer, hanya mencari
keuntungan besar. Namun, tidak mempertimbangkan upah layak dan
memperhatikan kehidupan keluarga pekerja.
Zulhamdan S.T selaku Ketua Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Bangunan Dan Pekerja Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD. F-SPBPU K-SPSI) Riau, sangat prihatin nasib para pekerja buruh khususnya kuli bangunan, dimana para pengusaha gonta ganti mobil mewah. namun, para tukang hanya dapat ganti kulit saja, Ucap Zulhamdan red.
Jangankan memperhatikan nasib pekerja tukang bangunan, memfasilitasi menjadi peserta BPJS Ketenaga Kerjaan saja mereka tidak peduli. sementara undang-undang tahun 2019 itu sudah jelas dengan biaya hanya Rp. 16.800 rupiah perbulan, dengan memfasilitasi pekerja tukang sebagai peserta BPJS ketenaga Kerjaan, mereka sangat terbantu dalam jaminan keselamatan kerja.
Zulhamdan, sangat Kasian, mereka punya tenaga, ilmu dan punya skil, Tanpa tenaga pekerja bangunan rumah apapun tidak akan terbangun, Tanpa ilmu mereka bangunan juga tidak akan indah, Tanpa skill yg di miliki para pekerja tukang, Rumah, Ruko, Gedung tidak akan bisa berdiri. Tapi tanpa pekerja buruh kasar
Rumah akan bisa berdiri apa bila dikerjakan oleh TUKANG. Tanpa pekerja arsitektur bangunan juga bisa selesai dikerjakan oleh pekerja tukang karena pekerja tukang memiliki ilmu, skli dan seni. Terangnya
Selain itu, Zulhamdan S.T selaku ketua PD. F-SPBPU KSPSI Riau menerangkan, bahwa upah yang belum Standar bahkan diperhitungkan sangat minim, didalam satu bulan kalender mereka bekerja paling 20 HK. bahkan 15 HK disebabkan Faktor alam dengan cuaca hujan, bahan macet dan tidak normal dari pihak perusahan, pekerja mengalami sakit akibat pekerjaan yang berat dan paksaan berjemur setiap harinya bahkan ada yang pengangguran dalam satu dua bulan tidak dapat kerja.
Hal tersebut sangat disayangkan oleh Ketua PD F-SPBPU-KSPSI Riau, Zulhamdan S.T, sangat sedih nasib para buruh kuli bangunan yang hanya digaji dengan upahkan 150.000 ribu Per-HK. Namun, apalah daya, para pekerja tukang kuli bangunan hanya bisa menerima karena kebutuhan untuk memenuhi kewajiban memberi nafkah kepada Anak istri mereka, butuh biaya hidup sehari-hari dan bayar Kontrakan rumah mereka, anak-anak mereka butuh biaya sekolah berpendidikan. Namun, Akibat orang tua yang tidak memiliki pekerjaan Alias pengangguran atau putus pekerjaan, sehingga anak-anak mereka banyak putus sekolah karena biaya tranportasi tidak mencukupi hasil pekerjaan orang tua yang tidak memadai akibat upah minim dari perusahaan atau developer dan kontraktor. Serta perusahaan-perusahaan perseroan lainnya yang mempekerjakan karyawan (BHL) buruh harian lepas.
Zulhamdan berharap dengan adanya wadah PD F-SPBPU-KSPSI Riau serta dukungan kerjasama yang baik dengan instansi pemerintah provinsi Riau, dapat membantu dan melindungi kaum buruh serta menumbuhkan kesejahteraan bagi seluruh pekerja buruh tukang kuli bangunan diprovinsi Riau. (Elwin)
Komentar Anda :