www.siagakupas.com
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Senin, 25 Mei 2026
 
China Kembali Usir Kapal Perang AS Saat Hubungan Makin Tegang
Editor: | Sabtu, 30-05-2020 - 17:02:52 WIB

TERKAIT:
   
 

SiagaKUPAS.com Pasukan Pembebasan Rakyat (PLA) atau militer China dilaporkan mengusir kapal perang Amerika Serikat yang menerobos masuk ke Kepulauan Xisha atau Paracel di Laut China Selatan.

Insiden ini terjadi di tengah ketegangan hubungan AS-China setelah bersilang pendapat perihal asal mula wabah Covid-19.

Juru Bicara Komando Teater Selatan PLA Kolonel Senior Li Huamin pada Kamis (28/5) mengatakan operasi AS di tengah pandemi virus corona menunjukkan bahwa mereka merupakan sumber sabotase perdamaian dan stabilitas di Laut Cina Selatan.

Komando Teater Selatan PLA mengorganisir pasukan angkatan laut dan udara untuk membuntuti USS Mustin yang masuk secara ilegal ke perairan teritorial China tanpa izin pada Kamis.

PLA mengikuti, dan mengidentifikasi kapal tersebut, kemudian memperingatkan dan mengusirnya.

Seperti dikutip dari Global Times, ini bukan kali pertama PLA mengusir kapal perang AS dari Laut China Selatan di 2020 ini.

Pada akhir Januari lalu PLA mengusir kapal tempur USS Montgomery di dekat Kepulauan Nansha.

Kemudian awal Maret kapal perusak USS McCampbell yang berlayar di dekat Kepulauan Paracel mengalami hal serupa. Lalu akhir April PLA mengusir kapal perusak USS Barry.

Kepulauan Paracel terletak di antara garis pantai Vietnam dan China. Kepulauan itu terdiri dari 30 pulau yang menyebar dan dikendalikan oleh Beijing tetapi juga diklaim oleh Taipei dan Hanoi.

Tiongkok mengaku sebagai pemilik hampir seluruh kawasan Laut China Selatan, perairan di mana Vietnam, Brunei, Malaysia, Filipina, dan Indonesia juga memiliki klaim.

Menurut Li, di masa pandemi Covid-19 yang masih mengguncang dunia, AS mengabaikan keamanan rakyatnya dan tidak berfokus pada kontrol wabah di negaranya.

"Juga tidak berkontribusi pada kontrol pandemi global, tetapi mengirimkan kapal perang jarak jauh ke Lau China Selatan, memamerkan kekuatan dan menyebabkan masalah," ujar Li. Dikutip dari CNNIndonesia.com

Presiden China Xi Jinping baru saja memutuskan menaikkan anggaran pertahanan negara sebesar 6,6 persen. Dengan kenaikan itu, anggaran pertahanan China meningkat menjadi 1.268 triliun yuan atau Rp2.628 triliun.

Sejumlah pihak menuturkan keputusan Xi tersebut mencerminkan bahwa China mencium ancaman keamanan yang bertambah di tengah ketegangan Negeri Tirai Bambu dan Amerika Serikat-sang rival utama-yang kian meruncing.

Dalam pidatonya di sidang pleno Kongres Parlemen China ke-13 di Beijing, Xi mengatakan kesiagaan pertahanan itu dilakukan untuk mengamankan kedaulatan dan keamanan negara dalam menghadapi berbagai situasi yang kompleks saat ini.

Kantor berita pemerintah China, Xinhua melaporkan bahwa Xi juga memerintahkan peningkatan inovasi dalam pengembangan ilmu pertahanan nasional dan pelatihan personel militer profesional berkaliber tinggi. (red)





 
Berita Lainnya :
  • China Kembali Usir Kapal Perang AS Saat Hubungan Makin Tegang
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 14 Pengacara Dampingi Istri Korban Pembunuhan Sadis Adieli Zebua, Dan Resmi Buat Laporan Ke Polsek Tenayan Raya
    2 Lurah Pematang Kapau Tar Ajaman S.Sos Pekanbaru Serahkan Bantuan Sembako 943 paket melalui RT/RW
    3 SMP Negeri 1 Idanogawo di Duga Keluarkan SKL Tanpa Nilai Siswa, Kadis Pendidikan : Akan Kita Tindak Lanjuti
    4 Serah Terima Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hilir, 2021-2026
    5 Kopdagrin Kembali Melatih Pembatik Empat Kecamatan di KUANSING
    6 Polres Dumai Bekuk Dua Kurir Bersama ± 23 Kilogram Shabu Dan 19.937 Butir Pil Ekstasi
    7 Kades Orahili Ulunoyo Sukadamai Ndruru Mendata Ulang Masyarakat Yang Menerima BLT Tahun 2021
    8 Miris, Atlet Riau untuk PON Papua Cuma Dibekali Sarapan Pagi Roti Bakar dan Susu Kotak
    9 Pembunuhan Sadis Yang Terjadi di Pelalawan Seperti Adegan Film Horor
    10 Bupati Kampar Pimpin Do’a Dan Sholawat Bersama Agar Dijauhkan Dari Bencana dan Wabah
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan